Senin, 19 Oktober 2009

Ibuku dan Tren Facebook

Tren facebook memang sedang menggila..tapi kupikir nantinya toh juga akan mereda lalu diganti tren situs maya lainnya... Tapi ada yang tercuil dari arus situs pertemanan ini : masa ibuku. 

Begitu hebohnya dengan situs FB ini membuat kita bisa bertemu teman-teman lama bahkan baru... tapi apa memang kita semua begitu? bagaimana dengan generasi ibuku? bahkan saat ibuku dilahirkan listrik pun belum memasuki desanya yang tersempil di lereng pegunungan. Ibuku hanya tahu cara bertahan hidup hingga hari ini...dalam dunianya yang kini hanya ada aku, ayahku, kakakku dan sekelumit cerita di kota kecilku, mungkin tak pernah terbayangkan olehnya untuk berhubungan dengan arus teknologi... seumur-umur ibuku hanya menggunakan komputer untuk mengerjakan pekerjaan mengetik dan mencetak...

Maka ketika tiba-tiba ayahku memperoleh laptop baru dan membeli modem internet sederhana...ibuku tergopoh-gopoh terseret arus itu..arus yang mungkin sudah kita kenal sejak bertahun yang lalu. memikirkannya aku menjadi agak sedih.... ibuku tidak bisa menemukan satu orangpun dari masa lalu yang dikenalnya... entah teman sd, tetangga, atau bahkan sesama kuliah perguruan... pendek kata...aku terkadang merasa kasihan pada perempuan yang kesepian.. seumur hidupnya, hidup ibuku berpusat pada keluarga...yang entah berapa kali tanpa kusadari membuatnya kecewa. semua kecewa itu ia sembunyikan rapat-rapat di balik senyuman sambil terus berjuang bagiku.. temannya hanyalah teman baik yang dikenal di kota kami..kota yang bahkan bukan kampung halamannya. kadang aku ingin memiliki alat doraemon yang bisa mendengar suara hati ibuku aku ingin tahu apa yang beliau pikirkan dan inginkan.. mungkin saja, sedetik dalam hidupnya beliau ingin bertemu teman...teman yang bukan aku, ayahku, kakakku dan kenalannya di kota baru...kota yang bukan kampung halamannya... 

Betapa kesepiannya seorang wanita ketika ia berpusat hanya pada keluarga dan suatu saat mereka meninggalkannya...saat ia merasa kecewa harus bagaimana dengan perasaannya? betapa beruntungnya kita bisa membuang sepi dan asa di dunia maya betapa beruntung kita bisa mengontak teman lama dan bertemu teman baru betapa kita ternyata akan merindukan saat-saat tawa bersama orang yang bukan dari lingkaran utama pusat hidup seharian kita...