Rabu, 08 Oktober 2008

Membaca Kegelisahan, Mencari Pencerahan

Usia 20-an, ambang akhir batas kelulusan, kewajiban mencari pekerjaan, keharusan terjun nyata hadapi kehidupan. Sebelumnya tak pernah terpikir bagiku betapa hidup terlalu memiliki banyak pilihan. aku bersyukur karena memiliki pilihan. tapi meski punya pilihan, pilihan-pilihan yang ada sebagian besar nyaris terasa seperti paksaan. Aku gelagapan. Mendadak begitu banyak ide yang mampir dan aku ingin menjalaninya. sayang orang tidak percaya aku sungguh-sungguh ingin melakukannya. semua terasa seperti kegilaan semata. tapi bolehkah aku bicara? semua keinginan memang tak sama dengan kebutuhan. tapi semangat yang kudapat ketika keinginan terpenuhi nyaris seperti api yang membakarku habis. maka aku ingin mencoba aku ingin menjelajah dan berpetualang tidak punya ritme hidup yang hanya satu itu. aku merasa hidupku cuma satu bolehkah kupakai semauku? atau jangan-jangan aku hidup untuk menyenangkan orang lain. tidak bisakah mereka senang dengan apa yang ingin kulakukan? mungkin ini belum saatnya aku berhenti aku terlalu banyak memiliki energi untuk diriku sendiri dan aku tidak rela langkahku hanya sampai disini.

Tidak ada komentar: