Senin, 30 Juni 2008

malam di kepalaku

Malam menghapuskan segala rupa dan warna hingga kita hanya bisa merasa segala menjadi pekat tak mampu menilai dari yang terlihat mata kita hanya kan menajam bau dan rasa yang kadang meruntuhkan dalil utama apa yang terlihat belum tentu sama dirasa dan saat itulah kita bisa enyahkan nilai atas harga yang ditetapkan dunia

Selasa, 10 Juni 2008

future

tidakkah kau pernah merasa cemas akan masa depan? aku pernah merasa sangat sangat ketakutan dalam ketidakpastian tak ada jaminan seperti apa perasaan yang kan kudapatkan atau kejadian apa yang kan kualami jika sosok-sosok tersayang menghilang seperti apa rasanya? tidakkah hal itu terlalu menakutkan tuk dibayangkan?

hujan di suatu hari

tak ada yang suka hujan bila ia memandangnya dari sebuah warung beratap bocor sementara ia sendiri kebasahan perasaan tak nyaman datang dari hujan di sela percakapan tentang kemiskinan dan penderitaan tentang harapan yang belum jua kesampaian lihat disana, bocah-bocah cilik penyewa payung yang lapar dan kedinginan langkah mereka dihitung satu-satu di antara tanah becek dan kubangan yang membentang di jalan itu hujan turun tanpa rasa kasihan

Pada Batu

Kutuliskan namamu pada sebuah batu dan kuucap keras-keras dalam hatiku berharap suatu saat kan dilapuk waktu hingga hari ini bibirku tetap membisu rahasia ini, hanya untuk hatiku

Rasanya bertambah usia

Ulang tahuuun?? kayaknya everybody hepi kalo sedang ultah. tapi tahun ini aku gak tuh. Tidak ada perasaan istimewa. malah yang ada rasa penyangkalan. huhuhuhu! aku gak mau jadi 22 tahun! aku maunya 17 tahun ajaaa! hahahahahah! karena, semakin banyak jumlah umur seseorang, tanggung jawab dan persoalan yang dihadapi juga nambah. duuuuh....padahal, jiwaku masih 12 tahun dan mentalku 19 tahun! maunya tutup mata terhadap dunia!heh *menghela napas* gak boleh berpikir gitu ya? tapi aku merayakan pertambahan usiaku kali ini dalam diamku. tak kuberitahu siapa-siapa. cukup bersyukur pada sang pencipta ketika melihat matahari dari lereng gunung Lawu. Aku bersyukur masih hidup, aku bersyukur diberkati dengan rejeki dan kebahagiaan sampai saat ini. Dan aku bersyukur masih boleh memikirkan hari ini, kemarin dan esok. Harapan tak membumbung tinggi. aku hanya bisa mengharap yang terbaik buat semua hal di muka bumi

Minggu, 01 Juni 2008

My Favourite Spot on TransJakarta Bus!

Di pojok depan sebelah sopir menghadap pintu kiri depan! hahahahaha! rasanya ekslusif banget gak sih?? biarpun gak bisa duduk empuk, tapi di situ aku bebas bengong melompong, atau melototin orang-orang yang berpanas-panas di luar sana. kasian sih, tapi jakarta emang kejam! misalnya aja, untuk ibu hamil mending jangan naik metromini kalo gak terima diperlakukan semena-mena. ckckck...pada kemana sih perasaannya? kalo mbrojol di bus kan ya penumpang lain bakal repot juga. ya toh? apa susahnya sih berdiri ngasih tempat duduk. meskipun kadang ada rasa "mengeraskan hati" juga sih...abis...capek banget! Jakarta bener-bener nyedot tenaga!ampun deh! makasih! kalo bisa, aku gak bakal hidup disana! (Kalo bisa= underlined!) tapi entah kemana nasib akan membawa, aku ikuti saja arah anginnya!

Semangat yang mulai padam dan Sate kambing

Tidak ada hubungannya memang. Tapi sepertinya 7 dari 10 orang pasti mengalami apa yang saya alami. hohohoho! itu loooo, sindrom mahasiswa tingkat akhir! hikz! mau nangis rasanya! apalagi kalo adek-adek angkatan sudah mulai mengejar bahkan melampaui! huaaaaa! tuntutan cepet lulus, cepet bikin skripsi, cepet ini cepet itu mulai santer terdengar! heh! emang aku kuda apa? bisa dipecul lalu lari ngebut? stress juga tau.... anehnya...kadang gejala MTA (Mahasiswa Tingkat Akhir) ini wujud keluhannya malah kayak darah rendah: lemas, pusing-pusing gak jelas, males ini itu....heheheheh mens apa anemia sih?? nah...berhubung gak bisa bedain dengan jelas, saya makan sate kambing! kan katanya bagus buat orang kurang darah tuh! eehhh...ternyata tetap gak ada perkembangan berarti. apa mau dikata? kalo yang sakit pikiran dan jiwanya (maaf, bukan gila) ya harus disembuhin secara spiritual dunk! baiklah! saya akan berusaha! kata temen saya, kata atau ucapan = doa. jadi saya gak boleh ngeluarin kata-kata yang bersifat negatif. no no no! harus bisa!