Minggu, 11 November 2007

belajar Jadi "Atheis"

obrolan tentang konsep ke-Tuhan-an selalu menarik buat diperdebatkan.... tapi nyaris sama akhirnya...gak ada ujung pangkalnya. tapi aku pun mulai berpikir apa esensiku jadi manusia? jadi perempuan? jadi indonesia? jadi orang asia? kebetulan kan aku terlahir seperti itu? bolehkah aku bertanya darimana semuanya ini? ada orang bilang sejak semula sudah begitu... tapi bukankah sebelum "ada" adalah "tiada" biarpun "ada" muncul tiba-tiba atau muncul entah darimana. ada yang bilang Tuhan yang ciptakan. lalu apakah Tuhan? adakah ia adalah "ketiadaan". gak tahu deh... boleh gak aku bilang aku percaya ada Tuhan tapi gak mau dibatasi agama? soale agama kan buatan manusia...dan banyak hal buruk sudah terjadi darinya...sampai sekarang pun dia masih jadi penyebab permusuhan. kalo sudah jadi kepercayaan orang bisa saling membunuh demi kepercayaan padahal kita ini gak tahu kebenarannya aku percaya kekuatan kehendak. kekuatan pikiran. itu yang membuat kita bertahan dan hidup tapi tentang hal2 yang tak nyata...wah...aku gak tahu haruskah aku percaya?

Senin, 05 November 2007

NgayogJazz...

wow! that's it!! pertunjukan jazz yang oke banget... bertempat di padepokan Bagong Kusudiarjo...dengan konsep pasar malam yang meriah nyaris semua pengunjung mendapat tempat dan menikmati suasana. gimana enggak...? dari jam 2 siang sampai jam 11mlm non-stop pengunjung dimanjakan dengan irama jazz dalam berbagai aliran... kalo aku paling suka Iga Mawarni...suaranya cocok banget nyanyiin jazz klasik...belum pembawaannya yang tenang tapi bisa mempengaruhi penonton buat ikutan nyanyi...hehhehe paling suka lagu "here,there, and everywhere" dari Beatles yang dibawain mbak Iga...kereeen... dan satu lagi...pawang hujannya keren banget! sampai jam 11 gak ujan di bantul!!!hehhehe

Jumat, 02 November 2007

sudah

sudah waktunya aku menyerah meletakkan senjata dan mengaku kalah kembali sembari tertunduk lelah sudah waktunya bangun lalu bergerak memulai hari biarpun hari hanya tinggal sebentar lagi sudah waktunya tersadar bahwa selama ini semuanya tak benar