Sabtu, 29 September 2007
Bertemu Butet Manurung
Siang itu seorang teman memberitahu ada acara bedah buku "Sokola Rimba" yang ditulis Butet Manurung di Toga Mas. aku sudah membaca buku itu dan tertarik untuk lebih mengetahuinya. selama ini aku hanya mengenal Butet melalui televisi atau koran. wajahnya pernah muncul di iklan pendek dan yang kutahu ia mengabdikan dirinya bekerja di rimba. itu saja.
jika anda membaca buku "Sokola Rimba", anda akan mengenal sisi pribadi lain dari seorang Butet. bagaimana dengan jenaka ia menceritakan kesialan-kesialan dan perasaannya selama bekerja di rimba.
Yang menarik ketika bertemu muka dengan Butet dalam diskusi dan bedah buku itu ialah sosok Butet yang ramah dan terbuka. aku tahu ia tak setuju dengan beberapa pendapat dalam diskusi itu. tapi apa yang aku tahu? aku hanya membaca bukunya lalu menyimpulkan demikian bukan? tapi saat menyapa aku tahu Butet adalah seorang yang jujur dan apa adanya. mungkin ia memang mengalami perubahan-perubahan dalam hidupnya yang mengubah juga cara pandangnya. tapi dari buku itu, setidaknya aku tahu sedikit bagian hidup Butet Manurung.
Kurang lebih apa yang ia rasakan, apa yang ia percaya dan apa yang ia tuju adalah sama seperti aku. Mungkin ini hanya kege-eranku saja yang besar. tapi aku merasa aku pun seperti Butet. hanya aku belum berani mengambil langkah besar sepertinya. Aku belum berani mengambil titik balik untuk sebuah kehidupan dan masih memburu kenyamanan.
Dia menuliskan tanda tangan dan pesannya di sampul buku itu untukku. Mungkin hanya kata2, tapi "ayo ke rimba!" lebih seperti ajakan personal Butet bagiku agar aku lebih membuka diriku. Bersiap menghadapi tantangan multikultural dan menghadapi bahwa kita ini beragam. ada jutaan orang berarti ada jutaan kepala dan jutaan cara pikir yang berbeda.
Andaikan aku siap, aku akan menjawab" AYO! aku mau ke rimba! aku mau mengenal mereka, bukan dengan paradigma yang kumiliki, tapi aku akan menghadapi apapun yang menanti!"
Langganan:
Postingan (Atom)